Rabu, 27 Januari 2010

Alienasi

Suatu hari konon si batin pernah berkata :
Saya ingin belajar fotografi,
tapi kemudian si akal sehat berkata:
Duh, kapan waktunya? masih banyak tanggung jawab ah..

Di lain waktu si batin berkata lagi :
Saya ingin belajar rafting,
Tapi si akal sehat berkata lagi :
Kapan? mau bolos poli?

Di waktu lain lagi, si batin berkata :
Saya ingin snorkeling dan diving di Sikuai
Si akal sehat lagi-lagi berkata :
Sekarang mau bolos kuliah?

Dan begitu seterusnya setiap kali si batin berkata, si akal sehat selalu datang mengambil alih dan menenggelamkan segala alibi si batin, menguasai ruang sadar dan logika, hingga si batin tertidur..

Sampai suatu ketika si batin terbangun, mengucek-ucek matanya dan menggeliat panjang, kemudian terheran-heran melihat si akal sehat dipenuhi luka di sekujur tubuh setelah berperang dengan waktu
"Apa yang terjadi denganmu? Siapa kamu ini?"
Akal sehat tertegun karena tidak dapat menjawab pertanyaan itu, hingga terduduk, sambil mengusap semua lukanya.
"Aku ini hanya akal sehat, yang menuruti tuntutan waktu, tuntutan zaman, tuntutan semua orang, dan tuntutan diriku sendiri, sampai ada luka di tubuhku, namun tiada yang peduli
Hingga luka itu busuk, mengering, melukai bagian lain, dan sampai saat ini aku hampir mati,
Bagaimana kalau kau mengambil alih kesadaran sampai aku sembuh?"

Si batin yang baik hati, kemudian menerima tugas itu, tapi ketika ia melihat si pemilik kesadaran, ia sudah tua, ringkih, tidak bisa melakukan apapun.
Yang tertinggal hanya penyesalan...
Kenapa tidak dari dulu?
Kenapa tidak ketika muda?
Kenapa tidak ketika sehat?


Sabtu, 21 November 2009

Perenungan di hari minggu

Bukan latah karena ikut-ikutan teman saya akhirnya punya jurnal ini.
Bukan juga karena teman saya menulis buku tentang bagaimana cara membuat blog.
Bukan karena itu.
Tapi karena memang kebutuhan untuk berbagi terasa semakin intens, seiring dengan kebisingan dan hiruk pikuk rutinitas sehari-hari yang sudah semakin menyesakkan, sehingga saya rasakan hampir tidak ada waktu lagi untuk sekedar berbagi pemikiran.
Untuk sekedar duduk, menikmati waktu, dan menikmati kebersamaan itu sendiri.
Kadang-kadang saya berpikir untuk menghilang sejenak dari keseharian saya, namun sepertinya ide tentang hilang itu sendiri sudah terasa menakutkan, tidak mungkin terealisasikan karena konsekuensinya tak terpikirkan lagi oleh saya.
Maka kemudian saya berusaha mencari jalan keluar yang lebih aman, bergerak bersama saya, dan ikut menyaksikan realitas kehidupan yang saya jalani. Bukan, bukan untuk menjadi sok bijak saya membuat perenungan seperti ini, namun hanya sekedar penawar rasa dan pelepas jejas supaya hati ini tidak ikut membeku seiring waktu.
Maka, izinkan saya memulai pencarian dahaga saya. Hari ini.